Demonstrasi Bohlam Lampu

April 4, 2008

Jika Anda cukup sering mengikuti seminar-seminar motivasi, kemungkinan besar pernah melihat demonstrasi mengubah mind set dengan permainan memecahkan selembar keramik dengan lampu bohlam yang dijatuhkan setinggi badan. Biasanya peserta diminta untuk melakukan visualisasi, menanamkan pikiran bahwa bohlam itu seberat 2 ton.

Alhasil ketika dilepaskan dengan bagian kaca yang di bawah (bukan pantat gagang logam), keramik pecah dengan ajaib. Beberapa guru dan motivator mengarahkan fenomena tersebut sebagai kekuatan pikiran. Beberapa menjelaskannya sebagai LOA dan kepercayaan korporat. Sampai akhirnya timbul pertanyaan di sebuah mailing list NLP yang berbunyi demikian, "Ada penjelasan lainnya? Saya terus terang penasaran, kenapa bisa yah seperti mentransfer energi, dimana bohlam yang sangat tipis tersebut bisa jadi lebih kuat daripada keramik tebal?"

Anda punya pertanyaan yang serupa?

Well, kemanapun Anda melangkah, jawaban penjelasan atas pertanyaan Anda tersebut hanya akan bisa membuktikan presuposisi yang sudah terlebih dahulu Anda selipkan ke dalamnya. Jika penasaran selalu menjadi rumus awal dari penemuan pengetahuan baru, tanyakan pada para pecandu narkoba bagaimana mereka sekarang merasa lebih bebas, tercerahkan, sehat dan bahagia semenjak beberapa tahun yang lalu mereka berhadapan dengan Jl. Penasaran di Kompleks Ingin Tahu.
 
Jadi jika memang ingin penasaran, jangan tanggung-tanggung. Bayangkan pengetahuan apa yang bisa Anda dapatkan ketika Anda berhenti sekarang dan mengambil satu langkah ke belakang, melihat diri Anda sendiri yang sedang mengajukan pertanyaan tersebut, dan menilai seberapa jauh Anda butuh mendengar apa yang Anda inginkan agar penjelasan itu cukup memiliki momentum untuk mampu mendorong Anda butuhkan pada titik yang resourceful. Seberapa besar Anda menginginkan sebuah outcome sampai Anda bersedia mempercayai apa saja yang perlu (dan tidak perlu) Anda percayai demi mencapai tujuan tersebut?
 
Beberapa puluh dekade yang lalu dunia kedokteran sempat menemukan penjelasan yang memuaskan dan empiris bahwa para pasien sakit jiwa akan dapat disembuhkan dengan cara mengebor, melubangi kepala mereka agar roh jahat atau energi yang menganggu dapat menemukan jalan keluar. Ketika seseorang, Arif, ingin menjadi cerdas dalam tatanan keilmiahan dan mengetahui jawaban bagaimana sebuah apa menciptakan mengapa, jelas NLP (ataupun NLPers) bukanlah tempat yang tepat untuk mengakomodasi outcome tersebut. Sebaliknya, Anda ingin ingin MERASA cerdas dalam tatanan PERASAAN keilmiahan dan MEMPERCAYAI bagaimana sebuah apa menciptakan mengapa, maka Anda sudah berada di jalan yang benar karena NLP melulu tentang "subjective experience" demikian kata para developer ‘ilmu kanuragan’ ini.
 
Manusia cenderung hanya bisa melihat, mendengar, menemukan apa yang ingin dia lihat, dengar, dan temukan. Anda ingin menikmati sepenuhnya dari apa yang NLP tawarkan? Jangan bertanya tentang MENGAPA, sobat, karena itu adalah sebuah DOSA YANG BESAR jika Anda berada di komunitas NLP seperti ini. Nikmati saja setiap mantera BAGAIMANA yang ditawarkan, buang jauh-jauh akal sehat Anda dan rendam diri Anda dalam macam-macam larutan delusi yang ditawarkan para tukang obat kepada Anda. Oh ya, jangan lupa mengucapkan selamat jalan kepada beberapa sel logika yang masih tersisa di kepala Anda, karena mungkin Anda tidak akan bertemu dengan mereka lagi untuk waktu yang cukup lama.

Jadi jika bertanya pada kalangan NLPers dan hypnotists, kemungkinan besar Anda merasa dipuaskan tanpa menerima jawaban yang seharusnya Anda cari. Kebetulan saya memiliki sebuah arsip jawaban memuaskan yang LAYAK Anda terima atas usaha kritis tersebut. Ditulis oleh seseorang bernama Widyarso, demikian…

Bohlam bening ukuran besar beratnya antara 0.022 – 0.026 kg, yang ukuran kecil beratnya 0.016 kg. Keramik biasanya digunakan ukuran 10x20 cm, ketebalan standar (dalam berbagai kelas kualitas keramik, I hingga III).

Kalau Anda juga ingin mencoba, coba ganti bohlam dengan benda padat yang keras permukaannya, dan beratnya kurang lebih sama dengan bohlam. Paling mudah dan murah beli saja kapur barus bulat untuk urinoir, biasanya beratnya berkisar 0.030 kg. Jatuhkan bebas, dari ketinggian 1 meter sudah cukup. Yang terjadi adalah keramik patah, artinya berat bohlam cukup untuk mematahkan keramik tersebut dari ketinggian 1 meter. Dalam case di atas, penjelasannya bisa jadi adalah murni issue mekanika/fisika.

Hanya saja, kami juga sempat mengamati ada beberapa temuan yang belum terjelaskan. Ini dari hasil pengamatan saya pada seribuan peserta di workshop PPM.

Antara lain adalah :

1.  Rekor ketinggian bohlam yang menyebabkan keramik patah hanya dari : 45cm (jatuh bebas vertikal). Hal ini sudah dicoba dengan bola massive (sebagai pengganti bohlam), namun belum pernah berhasil mematahkan keramik dari ketinggian hanya 45cm (kondisi jatuh bebas).

2.  Peserta yang bisa mematahkan keramik dengan bohlam dari ketinggian hanya 45cm berusia di atas 70 tahun (mungkin suatu kebetulan?)

3.  Pernah terjadi rekor bohlam dijatuhkan (ke lantai keras) tanpa pecah dari ketinggian 3.5 meter sebanyak 7 kali berturut-2 (dengan 1 bohlam yang sama).

4.  Profesi berbeda menjadikan success rate peserta berbeda? Dari berbagai inhouse workshop, success rate berbeda secara signifikan dalam berbagai profesi/industri dari peserta. Sebagai contoh kami mendapati success rate peserta ekstrim tinggi saat meng-conduct workshop di perusahaan konstruksi, dan cukup rendah di perusahaan berkaitan dengan finance (misal : asuransi).

5. Visualisasi berbeda menjadikan hasil berbeda? Peserta yang sama, bohlam yang sama, ketinggian yang sama, namun dengan visualisasi yang berbeda diamati hasilnya berbeda. Misal dengan visualisasi palu besi gagal, diganti dengan martil jadi berhasil. Atau visualisasi martil gagal, diganti dengan martil berduri (seperti senjatanya gladiator) jadi berhasil. Bahkan pengalaman saya sendiri saat sharing kepada LSM-2 di Manila, ada peserta (dengan visualisasi khusus) mampu mematahkan keramik ukuran 40x40 cm kualitas I, dengan bohlam (dijatuhkan bebas). Sekedar untuk menggambarkan kerasnya keramik tersebut (setelah saya lakukan test sederhana), keramik tersebut tidak patah meski setengahnya diinjak oleh orang dewasa (berat > 90kg), dilakukan di tangga di mana setengah bagian keramik lainnya diinjak/ditahan oleh 2 orang.

6. Visualisasi bisa ’terlihat’ ? Dalam suatu sesi, seorang peserta mem-visualisasikan bohlam sebagai bola boling, dan seorang peserta lain secara spontan ’mengetahui’ bahwa yang divisualisasikan adalah bola boling. Untuk suatu kebetulan, mungkin probabilitasnya sangat kecil.

Sepertinya ’permainan’ bohlam tersebut masih menyimpan beberapa misteri (secara science) atau mungkin anomali. Sebenarnya masih terbuka sangat luas, ladang kajian yang bisa dilakukan pada banyak permainan semacam. After all, sebenarnya permainan bohlam tersebut lebih difungsikan sebagai trigger untuk self-confidence dalam aplikasi afirmasi dan visualiasi.

Sebagaimana permainan lainnya seperti cuci muka dengan air keras, jalan di atas beling, fire-walking, membuka dasar botol, menusuk kentang dengan sedotan, mematahkan besi dengan kertas, memutar pensil dengan pandangan mata, dll dsb. Tujuan utama bukan keberhasilan dalam permainannya, tetapi melejitnya self-confidence peserta sehingga mereka believe pada tools (kondisi tenang + afirmasi + visualisasi) dan bersemangat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Bagaimana, merasa lebih cerah? :D





Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://mindologist.blogsome.com/2008/04/04/demonstrasi-bohlam-lampu/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.




                     


Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here