Atas Nama Cinta

March 20, 2008

Saya ingat beberapa tahun yang lalu Ari Lasso dan Dewa mengadakan konser bareng, sekaligus bentuk afirmasi terhadap massa bahwa mereka masih saling bersahabat (sehubungan Ari yang hengkang dari Dewa untuk bersolo karir), dengan judul Atas Nama Cinta. Tapi kali ini saya tidak hendak ngobrol tentang musik tersebut. Saya hanya sekedar meminjam judulnya saja untuk berbicara dari hati ke hati tentang perilaku cinta. Mudah-mudahan saya tidak dituntut…

Saya tidak perlu memusingkan diri dengan apa itu cinta, atau cinta versus kasih versus asmara, atau ribuan pengertian lainnya yang sering diangkat dalam buku seri Love Sex and Dating, karena saya percaya kamu semua sudah tahu banyak tentang LSD tersebut dan seluk beluknya, mungkin jauh lebih dari saya. Fokus saya bukan pada ‘apa’ (what), melainkan ‘bagaimana’ (how). Bila what berbicara tentang definisi, maka how berbicara tentang proses. What berpikir tentang tujuan dari cinta, how mengeksplorasi bahasa cinta. What duduk dan bercerita tentang sifat cinta, how berdiri dan mengijinkannya berbuah.

Love will bring you back. Cinta akan membawa kamu kembali. Saya tidak bisa memahami pergumulan apa yang sedang kamu alami, tapi cinta pasti mampu memulihkan segala kepenatan yang ada, luka-luka yang tersisa, dan harapan yang terputus dalam sebuah hubungan.

Ketika melihat seekor induk burung menyodorkan paruh penuh cacing kepada anak-anaknya yang berciap-ciap kegirangan, hati kamu pasti bergetar dengan kehangatan. Kepakan sayap anak-anak burung itu seakan-akan bertepuk merayakan kedatangan seorang pahlawan. Getaran kehangatan yang dirasakan tentu akan berbeda pada setiap pribadi, namun ia selalu ada untuk memberikan kamu cukup dorongan bahwa kamu tidak sendirian. Cukup kepastian bahwa penantian kamu tidak akan sia-sia dan sang harapan akan segera muncul dengan makanan yang lezat di sela-sela paruhnya. Cukup tenaga untuk terus bangkit dan menengadah ke atas. Cukup kekuatan untuk bertahan pada mimpi kamu, bukannya tinggal di kubangan penyesalan dan mengasihani diri.

Kamu bisa berlari dengan kondisi yang fit dan dinamis. Kedua tangan kamu kembali terentang lebar, siap untuk menghadapi tantangan berikutnya. Perlahan tapi pasti, kamu kembali seperti sediakala, diri kamu yang sempurna. Sadari bahwa cinta itu ada dimana-mana sehingga kamu dapat kapan saja meraihnya demi menjadi prima dalam hubungan kamu. Ingat kapan terakhir kamu berada tinggi di awan-awan karena cinta? Kamu kini bisa kembali ke sana. Love will bring you back.

Love speaks in tongues. Cinta berkomunikasi dalam bahasa-bahasa yang baru. Hendra dianggap pemberontak oleh sang ibu karena memilih berpacaran dengan wanita yang berbeda ras dengannya. Tak terhitung berapa kali Hendra maupun pasangannya itu diterpa dengan kata-kata panas, namun mereka tetap berjalan dengan tenang. Mereka pun tidak berusaha berargumen dengannya. Mereka terus berkomitmen satu sama lain, melewati badai yang rasanya semakin keras tiap hari, hingga sampai waktunya sang ibu terdiam dan mengalah.

Cinta mereka berbicara dengan teks yang tak terucapkan: kesetiaan. Rani, gadis berusia 18 tahun, harus berpisah dengan kekasihnya yang mendapat tugas wajib militer selama lima tahun. Dengan hati yang sangat berat, Rani memeluk pasangannya itu layaknya pertemuan terakhir, lalu menciumnya. Kecupan yang ringan namun hangat, bahasa yang belum bisa dituliskan siapapun itu, akan selalu terkenang dibenak dan hati sang pria, menjadi kekuatannya untuk bertahan semaksimal mungkin agar dapat kembali dan melanjutkan cinta mereka.

Lando dan Putri telah menikah selama 50 tahun. Tidak ada satu pun kebahagiaan maupun kedukaan yang belum pernah mereka rasakan. Bahkan sampai usia yang sekarang ini, mereka masih suka jatuh ke dalam perselisihan yang padat. Walaupun begitu, cinta mereka tetap membara, berbicara lewat kesehatian yang telah teruji selama bertahun-tahun, sama seperti pada saat mereka saling mengucapkan janji pernikahan. Kesetiaan, kecupan, kesehatian.

Hanya segelintir contoh yang teramat pendek dari jutaan bahasa-bahasa baru yang dapat cinta sampaikan. Bahasa yang masih belum bisa terucapkan dengan jelas ataupun dimengerti cara kerjanya, namun benar-benar nyata khasiatnya. Hal-hal indah apa saja yang pernah kamu dapatkan dari orang-orang yang dekat dengan kamu? Bisakah kamu menyampaikannya dengan sederhana dan singkat? Tentu sulit. Love speaks in tongues.

Love knocks at your door. Cinta mengetuk pintu kamu. Tidak ada yang dapat cinta lakukan bila kamu tidak membukakan pintu baginya. Seorang suami tidak mungkin menceraikan istrinya bila ia terus membuka hatinya terhadap cinta. Seorang ayah yang membuka lebar-lebar ‘gerbang’ cintanya akan mampu bersikap bijaksana, bukannya memaki-maki, pada anaknya yang ketahuan terlibat obat-obatan terlarang. Seorang wanita yang pernah dilecehkan semasa mudanya dapat menjadi pasangan yang baik bila ia mengijinkan cinta yang memaafkan berdiam di luka masa lalunya.

Memang semuanya tidak semudah seperti yang digambarkan di atas, namun hal tersebut benar-benar akan terjadi bila ia tidak terkekang di luar pintu hati kamu. Ia bagaikan pribadi yang lembut, begitu sopan sehingga tidak memaksa orang untuk menerimanya. Jadi bila kamu sedang mengalami sebuah pergumulan hubungan, pertajam pendengaran kamu akan bunyi ketukan. Dia sedang ada diluar. Kamu tidak bisa menjadi kuat dan bijaksana lewat cerita-cerita tentang cinta yang didengar dari orang lain.

Dia harus diijinkan masuk menjadi bagian dari sistem kamu, baru ia dapat mempengaruhi pemikiran kamu, mengikis kenegatifan yang ada, dan menebarkan harapan-harapan baru. Cinta akan terus mengetuk dan mengetuk dan mengetuk sampai kamu membukakan pintu baginya. Bahkan dalam tahap awal mencari sebuah hubungan pun, kamu harus memulainya dengan membuka pintu hati kamu. Tidak ada gunanya berdekam di kegelapan pojok hati kamu, sambil berharap-harap suatu saat akan datang hubungan yang indah. Love knocks at your door.





Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://mindologist.blogsome.com/2008/03/20/atas-nama-cinta/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.




                     


Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here