How to look listening (when you’re not)

March 3, 2008

listen Wahai Pria, ayo akui, kita sangat payah dalam hal mendengarkan ketika berurusan curhat one-on-one. Bila seseorang bercerita sesuatu, biasanya kita sibuk memikirkan apa yang ingin kita katakan balik kepadanya. Khususnya ketika pencerita itu seorang wanita, entah mengapa kita otomatis berusaha keras memikirkan celetukan yang paling cerdas dan lucu untuk menarik perhatiannya. Saya mungkin berlebihan, tapi sepertinya kita sering memperlakukan mendengarkan sebagai periode masturbasi ribuan pemikiran sendiri yang diakhiri dengan tumpahan orgasme ketika tiba giliran berbicara.

Jika saja kita pria mampu membuat wanita merasa didengarkan, kita setidaknya sudah merebut tiga puluh persen pertama dari hatinya. Sebaliknya jika kita adalah si macho yang selalu berbicara ngalor ngidul kemana-mana dengan ratusan anekdot terbarunya, kita tetap menarik perhatian wanita, tapi sama seperti mereka menyenangi acara radio dan TV favoritnya (yang bisa ia ganti kapan aja bila bosan!).

Mendengarkan itu mudah, tapi bukan berarti pria dilahirkan dengan kemampuan yang sama dengan wanita. Kaum Adam begitu tenggelam dalam ego dan kehebatannya, sampai tidak pernah terlatih untuk mendengarkan dengan baik. Itu adalah penyakit klasik pria selama berabad-abad yang tidak mudah untuk dibereskan. Saya memang tidak berusaha untuk mengajarkan penyembuhannya. Setidaknya, tidak sekarang.

(more…)








                     


Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here