Bumi dalam bahaya?
Kini saya siap dengan pembahasan yang akan menjadikan saya sebagai manusia yang paling dibenci oleh VM Rabolu dari alam baka sana, atau setidaknya oleh penerbit Abdi Tandur yang memproduksi buku-buku beliau di Indonesia. Thanks to tim promosi mereka yang berani memunculkan diri di tagboard gue. Siapa sih Rabolu dan Abdi Tandur? Ah, baca aja dulu..
Jadi alkisah tersebutlah VM Rabolu yang mendapatkan pengetahuan tentang sebuah planet besar bernama Hercolubus yang sedang mendekati bumi dan akan membawa bencana kehancuran paling mengerikan terhadap seluruh umat manusia, dan menuliskannya dalam buku Hercolubus. Okay, terdengar seperti salah satu film Hollywood, tapi rasanya kita perlu membuang sentimen tak beralasan tersebut. Mungkin kita perlu melihat sedikit background sang pencetus dulu kan?
Ia bernama asli Joaquin Amortegui Valbuena, lahir di Kolombia tahun 1924 di keluarga yang miskin namun dekat dengan alam. Tidak ada data sejarah lainnya hingga ia berumur 26 tahun ketika mendapatkan pengetahuan yang mengubah hidupnya, dan segera menyadari kalau dia memiliki kesempatan untuk mencapai pembangunan internal dan kemajuan yang dibutuhkan umat manusia. Sungguh mulia. Dengan seluruh konsentrasinya, Joaquin terus-menerus menyebarkan pengetahuannya pada tingkat internasional melalui kuliah, kursus, kongres, pertemuan internasional, dan sebagainya secara kekeluargaan dan mendahulukan kepentingan umum. Selanjutnya pada usia 50 tahun, berkat kerja keras, pengorbanan, dan disiplin pribadinya, Joaquin mendapatkan gelar Master yang mengubah namanya menjadi Rabolu, tepatnya Master Rabolu. Yup, elo benar. Itu bukan gelar master akademis yang biasa kita dengar. Itu gelar Master yang lain..
Jadi begini cerita full nya. Dia semenjak kecil berguru kepada Master Samael, seorang guru spiritual yang terkenal di jaman itu. Joaquin rajin bersama-sama dengan Samael, bahkan mulai ikut mengajar di sejumlah tempat tentang pengajaran sang guru. Tak lama kemudian, sang guru wafat, dan Joaquin mewarisi roh inkarnasi gurunya, demikianlah namanya menjadi Master Rabolu. Semakin menarik, bukan? Hayo baca lanjut.
Ternyata si Rabolu ini adalah salah seorang guru aliran mistik new age, bersama dengan Master Samael (dijuluki Pemimpin Pasukan Neraka) dan Master Belzebuub yang tidak lain adalah murid dari Rabolu. Mempertimbangkan klaim Rabolu ia menulis buku Hercolubus untuk memperingatkan manusia dari kehancuran, sejak kapan Neraka peduli akan keselamatan manusia? Hmmm, sepertinya kita sudah cukup melihat background beliau. Oh ya, saya tidak tau initial V yang ada di depan nama M Rabolu itu. It doesn’t matter lah, so shall we continue?
Di tahun 1998, Rabolu membuat usaha terakhir untuk menolong umat manusia dan menulis sebuah buku pengorbanan pribadinya yaitu "Hercolubus atau Planet Merah", dimana dia telah berhasil menggambarkan secara detil dan tanpa kesalahan kejadian yang menakutkan yang akan mengambil tempat di Bumi dalam kurun waktu yang cepat, dengan planet Hercolubus mendekati. Dia juga menceritakan kepada kita apa yang kita bisa perbuat untuk menghindari konsekuensi.
Lets be honest, penjelasan logis dari film science-fiction tentang kehancuran bumi seperti Day After Tommorrow atau Deep Impact pun terkadang terasa agak hiperbola. Apalagi ocehan seseorang yang mengaku sebagai Guru Karma dan salah satu dari 42 Hakim Keadilan Kosmis? Yang benar saja. Coba kita lihat sedikit lagi yang dia tuliskan di buku nya tersebut.
"Mari kita memperbincangkan tentang Hercolubus, planet merah, yang mana saat ini sedang mendekati Bumi. Ilmuwan, menurut beberapa versi, bahkan telah menimbangnya dan mengukur garis tengahnya, seolah-olah adalah suatu mainan anak, tetapi nyatanya tidak seperti itu. Hercolubus, atau planet merah, adalah lima atau enam kali lebih besar dari Jupiter. Ini merupakan raksasa sangat besar dan tidak ada yang dapat mengalihkannya."
Saya melakukan googling untuk planet yang ia klaim sudah dikenali oleh para ilmuan. Guess what happened? Dari seratus entry pertama, gue ngga bisa menemukan satu link publikasi akademis manapun, apalagi dari NASA atau yang sejenisnya, membicarakan tentang Hercolubus. Tidak ada sama sekali. Jika elo googling legenda yang super konyol sekalipun, seperti ‘Dracula’, elo bakalan dapet sejumlah referensi akademis di halaman pertamanya. Bagaimana mungkin ‘Hercolubus’, planet yang katanya begitu berbahaya itu, tidak pernah ada dalam catatan jurnal ilmiah?
Kalau Anda memang berniat, silakan liat satu-persatu entry yang memiliki referensi Hercolubus tersebut. All of them berasal dari komunitas ajaran mistik yang mengagung-agungkan Gnosis (kalo ngga salah itu bahasa latin untuk Pengetahuan). Yeah right, pengetahuan Rabolu pasti jauh lebih tinggi daripada ilmuan NASA sekalipun, karena NASA perlu belasan tahun dan ratusan juta dollar untuk mencapai Bulan, sementara Rabolu tinggal duduk santai di kamar, berkomat-kamit dalam proyeksi astral-nya dan voila sampailah dia bulan dan segera pulang sambil membawa bongkahan keju untuk makan malam.
Entah bagaimana dengan Anda, but dari sisi saya, buku Hercolubus dan semua celotehan Rabolu ini ngga lebih bermakna daripada serial Return of The Condor Heroes dan Doraemon. Jadi kalo elo berharap membaca sebuah buku yang sangat valid dan sarat dengan pembuktian ilmiah, lupakan saja buku ini. Tapi jika Anda mencari cerita pengungkapan misteri dunia dan masa depan, ya Hercolubus pasti akan banyak berisi hal-hal tersebut. Tapi hanya itu saja yang bisa kita nikmati. Cerita dan impian yang sakit dari Rabolu; dia sudah terlalu banyak melakukan perjalanan antar dimensi sehingga tidak satupun omongannya bisa kita anggap serius.
Satu lagi sebagai penutup, kutipan omongan Rabolu dari pengajarannya yang lain: "Everything is an illusion. Everything, everything. There is nothing real in life. The only thing that is real here, in this three dimensional world, is what we are carrying out within ourselves, taking advantage of this time to build our own temple. And that is the only real thing! The rest is fantasy, illusion. Better said it is a lie." Wah, thanks banget. You really help us to understand that your book itself is just fantasy and illusion, or better yet, a lie. Yay!
Sekian tulisan tentang Hercolubus ini. Sebenarnya saya menemukan buku ini dari tahun lalu, dan dah sempet cerita ke beberapa temen, tapi ngga pernah sedetil ataupun seserius ini. Ini cuman gara-gara sang penerbit sendiri berani-beraninya mengirimkan spam email buku omong kosongnya. Demikianlah sekarang tercatat Peter Valentino sebagai salah satu manusia paling dibenci Rabolu karena ini adalah pertama kalinya di seluruh jagad internet ada review jujur (baca: negatif) tentang Hercolubus dan tetek bengeknya itu. Mungkin ini klaim yang berlebihan, tapi ah saya belajar dari Koko Rabolu sendiri kok.
Hmmm, saya juga sudah mengirim email tentang entry ini ke pihak penerbit Abdi Tandur. Jadi kalo next time you guys ngga bisa akses entry ini lagi, kemungkinan besar mereka sudah membangkitkan roh Rabolu (mengapa dalam otak saya selalu terbayang kue?) dan mengirimnya untuk memporak-pondakan blog ini. Atau kalau mereka takut merepotkan jiwa agung Rabolu yang ada dalam peristirahatannya, mereka juga bisa melakukannya dengan menyewa satu dua hacker. Kalaupun mereka mereply email, gue pastikan email itu akan muncul secara publik di entry berikutnya. Menyenangkan, bukan? ^^
