Banci Sertifikat
Dengan segitu berjibunnya pelatihan pengembangan diri -mulai dari hipnotisme, NLP, Peak Performance, Timeline, EFT, dsb- yang menawarkan terobosan baru, mereka selalu memberi sejenis sertifikasi dalam barisan umpan-umpan penggiurnya. Mulai dari yang bersifat lokal, nasional, bahkan sampai internasional. Adalah kebanggaan tersendiri ketika bisa melihat nama kita tertera di atas kertas legitimasi seperti itu, lengkap dengan tanda tangan trainer yang bersangkutan.
Tapi berapa banyak orang yang pernah berpikir, "Apakah ini benar-benar berguna bagi keahlian saya? Jika sertifikat itu hilang, rusak, terbakar, dan lembaga pemberi sertifikat itu bubar, apakah itu berarti pengetahuan yang saya pelajari ikut hilang dan bubar?" (more…)
Saya sangat menyukai storytelling. Saya senang merasa santai, membawa orang terhanyut ke dalam apa yang ingin saya sampaikan, melepaskan pilihan apakah mereka ingin terhisap masuk ke dalam pusaran pesan yang disampaikan, atau sekedar berselancar ringan di atas riak ombak cerita yang berbuih-buih.
Pagi ini seorang teman bercerita tentang rasa pusing yang menyerangnya tiba-tiba ketika sampai di kantor. Sembari mengobrol dan berusaha membantunya, saya teringat akan sakit migraine yang dahulu sempat rutin mengunjungi kepala setiap bulannya. Jika ada rasa sakit yang paling saya benci di dunia, maka itu adalah Migraine.
Wahai Pria, ayo akui, kita sangat payah dalam hal mendengarkan ketika berurusan curhat one-on-one. Bila seseorang bercerita sesuatu, biasanya kita sibuk memikirkan apa yang ingin kita katakan balik kepadanya. Khususnya ketika pencerita itu seorang wanita, entah mengapa kita otomatis berusaha keras memikirkan celetukan yang paling cerdas dan lucu untuk menarik perhatiannya. Saya mungkin berlebihan, tapi sepertinya kita sering memperlakukan mendengarkan sebagai periode masturbasi ribuan pemikiran sendiri yang diakhiri dengan tumpahan orgasme ketika tiba giliran berbicara.
Ijinkan saya bertanya. Pernahkah Anda tiba-tiba satu hari merasakan dada berdegub dengan dangkal, begitu dangkal hingga muncul perasaan sesak dan tumpul, menarik napas pun terasa enggan setengah mati?
Currently reading this one, a very strong and fistful book talking about the impossibility of God and attacking the use of religion. Sebenernya cuman iseng pengen ngeliat kata pengantarnya aja, cos buku ini mendapat banyak rekomendasi dari kelompok-kelompok atheis dan ilmuan. 
