Banci Sertifikat

April 15, 2008

Dengan segitu berjibunnya pelatihan pengembangan diri -mulai dari hipnotisme, NLP, Peak Performance, Timeline, EFT, dsb- yang menawarkan terobosan baru, mereka selalu memberi sejenis sertifikasi dalam barisan umpan-umpan penggiurnya. Mulai dari yang bersifat lokal, nasional, bahkan sampai internasional. Adalah kebanggaan tersendiri ketika bisa melihat nama kita tertera di atas kertas legitimasi seperti itu, lengkap dengan tanda tangan trainer yang bersangkutan.

Tapi berapa banyak orang yang pernah berpikir, "Apakah ini benar-benar berguna bagi keahlian saya? Jika sertifikat itu hilang, rusak, terbakar, dan lembaga pemberi sertifikat itu bubar, apakah itu berarti pengetahuan yang saya pelajari ikut hilang dan bubar?" (more…)





Demonstrasi Bohlam Lampu

April 4, 2008

Jika Anda cukup sering mengikuti seminar-seminar motivasi, kemungkinan besar pernah melihat demonstrasi mengubah mind set dengan permainan memecahkan selembar keramik dengan lampu bohlam yang dijatuhkan setinggi badan. Biasanya peserta diminta untuk melakukan visualisasi, menanamkan pikiran bahwa bohlam itu seberat 2 ton.

Alhasil ketika dilepaskan dengan bagian kaca yang di bawah (bukan pantat gagang logam), keramik pecah dengan ajaib. Beberapa guru dan motivator mengarahkan fenomena tersebut sebagai kekuatan pikiran. Beberapa menjelaskannya sebagai LOA dan kepercayaan korporat. Sampai akhirnya timbul pertanyaan di sebuah mailing list NLP yang berbunyi demikian, "Ada penjelasan lainnya? Saya terus terang penasaran, kenapa bisa yah seperti mentransfer energi, dimana bohlam yang sangat tipis tersebut bisa jadi lebih kuat daripada keramik tebal?"

Anda punya pertanyaan yang serupa? (more…)





Seni Memperkosa Pemerkosa

March 29, 2008

Saya sangat menyukai storytelling. Saya senang merasa santai, membawa orang terhanyut ke dalam apa yang ingin saya sampaikan, melepaskan pilihan apakah mereka ingin terhisap masuk ke dalam pusaran pesan yang disampaikan, atau sekedar berselancar ringan di atas riak ombak cerita yang berbuih-buih.

Entah mengapa jika berbicara tentang storytelling, saya langsung terbayang dengan terutama lautan. Padahal sebenarnya saya takut dengan tebaran air yang luas karena tidak tahu caranya berenang dan dibayang-bayangi imajinasi tenggelam masuk ke kedalaman air dimana saya hanya bisa sendirian, sunyi, dan tidak mendengarkan apa-apa selain cahaya sinar yang terbias menembus permukaan air, masuk menerangi pupil saya yang terasa agak sensitif.

Bulatan matahari jadi terlihat jauh sangat besar bila Anda melihatnya dari dalam air di tingkat kedalaman tertentu. Semakin dalam, semakin jauh, semakin membesar. Seolah-olah Anda memakai lup yang didorong menjauh-mendekat dari lensa mata Anda sampai akhirnya bisa mendapatkan satu titik fokus yang tepat. Satu titik penglihatan membuat Anda merasa nyaman memperhatikan apa yang Anda perlu perhatikan, baik ketika memakai lup untuk membaca sesuatu yang kecil tersembunyi atau menggunakan ketenggelaman Anda di dalam air untuk mengamati indahnya bulatan matahari di atas sana. (more…)





Menangani Migraine

March 22, 2008

migrainePagi ini seorang teman bercerita tentang rasa pusing yang menyerangnya tiba-tiba ketika sampai di kantor. Sembari mengobrol dan berusaha membantunya, saya teringat akan sakit migraine yang dahulu sempat rutin mengunjungi kepala setiap bulannya. Jika ada rasa sakit yang paling saya benci di dunia, maka itu adalah Migraine.

Teman saya di atas bukan terkena migraine. Tapi dia memicu saya untuk menulis sejumlah tips menangani migraine sebelum dan sesudah ia mendarat di sisi kening Anda. Mencegah selalu lebih baik dari mengobati, dan jika Anda tidak pernah mengalami migraine, kecil kemungkinan Anda benar-benar menghargai pernyataan itu. (more…)





Atas Nama Cinta

March 20, 2008

Saya ingat beberapa tahun yang lalu Ari Lasso dan Dewa mengadakan konser bareng, sekaligus bentuk afirmasi terhadap massa bahwa mereka masih saling bersahabat (sehubungan Ari yang hengkang dari Dewa untuk bersolo karir), dengan judul Atas Nama Cinta. Tapi kali ini saya tidak hendak ngobrol tentang musik tersebut. Saya hanya sekedar meminjam judulnya saja untuk berbicara dari hati ke hati tentang perilaku cinta. Mudah-mudahan saya tidak dituntut…

Saya tidak perlu memusingkan diri dengan apa itu cinta, atau cinta versus kasih versus asmara, atau ribuan pengertian lainnya yang sering diangkat dalam buku seri Love Sex and Dating, karena saya percaya kamu semua sudah tahu banyak tentang LSD tersebut dan seluk beluknya, mungkin jauh lebih dari saya. Fokus saya bukan pada ‘apa’ (what), melainkan ‘bagaimana’ (how). Bila what berbicara tentang definisi, maka how berbicara tentang proses. What berpikir tentang tujuan dari cinta, how mengeksplorasi bahasa cinta. What duduk dan bercerita tentang sifat cinta, how berdiri dan mengijinkannya berbuah. (more…)





How to look listening (when you’re not)

March 3, 2008

listen Wahai Pria, ayo akui, kita sangat payah dalam hal mendengarkan ketika berurusan curhat one-on-one. Bila seseorang bercerita sesuatu, biasanya kita sibuk memikirkan apa yang ingin kita katakan balik kepadanya. Khususnya ketika pencerita itu seorang wanita, entah mengapa kita otomatis berusaha keras memikirkan celetukan yang paling cerdas dan lucu untuk menarik perhatiannya. Saya mungkin berlebihan, tapi sepertinya kita sering memperlakukan mendengarkan sebagai periode masturbasi ribuan pemikiran sendiri yang diakhiri dengan tumpahan orgasme ketika tiba giliran berbicara.

Jika saja kita pria mampu membuat wanita merasa didengarkan, kita setidaknya sudah merebut tiga puluh persen pertama dari hatinya. Sebaliknya jika kita adalah si macho yang selalu berbicara ngalor ngidul kemana-mana dengan ratusan anekdot terbarunya, kita tetap menarik perhatian wanita, tapi sama seperti mereka menyenangi acara radio dan TV favoritnya (yang bisa ia ganti kapan aja bila bosan!).

Mendengarkan itu mudah, tapi bukan berarti pria dilahirkan dengan kemampuan yang sama dengan wanita. Kaum Adam begitu tenggelam dalam ego dan kehebatannya, sampai tidak pernah terlatih untuk mendengarkan dengan baik. Itu adalah penyakit klasik pria selama berabad-abad yang tidak mudah untuk dibereskan. Saya memang tidak berusaha untuk mengajarkan penyembuhannya. Setidaknya, tidak sekarang.

(more…)





D-Attack

February 23, 2008

depressed Ijinkan saya bertanya. Pernahkah Anda tiba-tiba satu hari merasakan dada berdegub dengan dangkal, begitu dangkal hingga muncul perasaan sesak dan tumpul, menarik napas pun terasa enggan setengah mati?

Merasa ada sesuatu yang hilang, atau tidak seharusnya terjadi, atau setidaknya tercecer tidak pada tempatnya, dan tidak mengerti apa yang harus dilakukan.

Juga merasa bodoh karena terhilang dalam pemikiran ketakutan sendiri, tidak bisa konsentrasi menyelesaikan hal yang paling sederhana sekalipun, malah jadi duduk merenung dan mendesah tidak karuan. (more…)





Bumi dalam bahaya?

February 18, 2008

Kini saya siap dengan pembahasan yang akan menjadikan saya sebagai manusia yang paling dibenci oleh VM Rabolu dari alam baka sana, atau setidaknya oleh penerbit Abdi Tandur yang memproduksi buku-buku beliau di Indonesia. Thanks to tim promosi mereka yang berani memunculkan diri di tagboard gue. Siapa sih Rabolu dan Abdi Tandur? Ah, baca aja dulu..

Jadi alkisah tersebutlah VM Rabolu yang mendapatkan pengetahuan tentang sebuah planet besar bernama Hercolubus yang sedang mendekati bumi dan akan membawa bencana kehancuran paling mengerikan terhadap seluruh umat manusia, dan menuliskannya dalam buku Hercolubus. Okay, terdengar seperti salah satu film Hollywood, tapi rasanya kita perlu membuang sentimen tak beralasan tersebut. Mungkin kita perlu melihat sedikit background sang pencetus dulu kan? (more…)





God Delusion

February 13, 2008

god delusion Currently reading this one, a very strong and fistful book talking about the impossibility of God and attacking the use of religion. Sebenernya cuman iseng pengen ngeliat kata pengantarnya aja, cos buku ini mendapat banyak rekomendasi dari kelompok-kelompok atheis dan ilmuan.

Tapi ketika baca preface itu, jadi intrigued banget untuk ngelanjutin. Si Richard Dawkins beneran bisa nge-hook reader untuk tertantang baca. Especially ketika dia ngutip ucapan Robert M. Pirsig, ‘When one person suffers from a delusion, it is called insanity. When many people suffer from a delusion it is called Religion.’ BAM! (more…)





Mengenai Tarot

January 3, 2008

tarot

Seolah ditubruk oleh gong seukuran truk pemompa air yang biasa menyiram tanaman di sepanjang pinggir jalan protokol, pagi itu saya langsung terbangun oleh dentuman dering HP yang kebetulan terletak tepat di samping telinga saya. Matahari saja baru mengintip seperempat lekuk tubuhnya di ufuk sana, jadi menelpon seseorang pada jam seperti ini seharusnya tergolong tindakan yang ilegal.

“Peter, gue pengen tau masa depan gue! Gebetan HTS’an gue mendadak bilang mo merit bulan depan, tapi ngga pernah bilang ama gue slama ini, stress abis nih jadi pengen liat masa depan gue di kartu Tarot elo!” demikian suara cewek cempreng yang merepet tanpa perlu berhenti menarik napas.

Saya mengurut dada, menghela napas karena entah sudah berapa kali dia mengulangi kejadian seperti ini. Kamu akan mengerti mengapa sebentar lagi, karena sebelumnya saya ingin bercerita tetek bengek latar belakang yang tidak terlalu berguna -seperti biasa dilakukan novelis-novelis besar di luar sana- untuk menambah jumlah halaman dan memenuhi syarat batas karakter dari penerbitnya. (more…)








                      Older Posts


Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here